Hukum Perdata di indonesia sampai saat ini masih plural artinya di indonesia masih berlaku beraneka ragam hukum seperti hukum perdata eropa ( BW dan WVK), hukum perdata adat dan hukum perdata islam.
Ada dua perubahan besar yang terjadi di Indonesia pasca reformasi yang berimplikasi secara langsung terhadap peradilan tata usaha negara: pertama, pada bidang ketatanegaraan, terwujudnya tatanan demokrasi yang lebih baik, sehinga dimungkinkan pengejawantahan aspirasi suara rakyat, antara lain melalui legislasi berbagai undang undang yang berimplikasi langsung terhadap hukum acara peradilan tata…
Buku ini merupakan suatu ringakasan yang membahas salah satu segi institusi hukum yang kita kenal dengan sita jaminan ("conservatoir beslag") yang seringkali dijumpai dalam membicarakan masalah tindakan hukum penyitaan dalam aspek hukum proses di muka pengadilan.
Buku ini membahas tentang Tanggung Gugat dalam Hukum Perdata, yang meliputi pengertian, asas-asas, jenis dan faktor-faktor dan pengaturannya dalam Undang-undang. Dibahas pula tanggung gugat berdasarkan perbuatan melanggar hukum dan berdasarkan wanprestaSi. Di samping itu juga dibahas tanggung gugat notaris sebagai pejabat umum, yang meliputi pengertian, pengaturan dan praktik. Secara umum huku…
Buku ini membahas tentang proses terbentuknya hukum perdata dari negara eropa kontinental yang kemudian diterapkan dan diberlakukan berdasarkan asas konkordansi di Hindia Belanda. Pada awal kemerdakaan Burgerlijik Wetboek (BW) tetap berlaku di Indonesia.
Tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan undang-undang. Tetapi, selama ini pembentukan undang-undang dianggap sebagai jalan pintas untuk memenuhi tuntutan dari berbagai masalah sosial yang timbul di masyarakat. Setiap Lembaga negara berlomba-lomba untuk membentuk undang-undang. Kenyataannya, tidak semua undang-undang itu bisa dilaksanakan. Akibatnya, sejak berakhirnya era orde baru, jumlah …
In the 1960s and 1970s, many Third World countries experienced military interventions of one kind or another in politics, or were involved in praetorianism, where the military as an institution emerged as the key political actor by virtue of its actual or threatened use of force. However, by the beginning of the 1980s, an increasing number of military-oriented governments returned to the barrac…
Filsafat intelijen mengkontemplasikan intelijen baik sebagai praktik maupun pengetahuan. Bertolak dari kontemplasi terhadap intelijen tersebut, ditemukan bahwa ketepatan (exactus) dan kecepatan (velox) merupakan filsafat pengetahuan yang bersifat praksis. Praksis yang terkandung dalam velox et exactus adalah pencegahan dan penghentian, sehingga pada akhirnya moral tertinggi yang memandu inteli…
The Art of War adalah buku oerang pertama di dunia. Buku yang terdiri atas 5.900 huruf klasik Tiongkok ini disajikan kembali oleh Andri Wang dengan penejelasan yang akan memudahkan pembaca dalam memahaminya.
Buku ini menceritakan bagaimana masyarakat pedesaan di berbagai pelosok Indonesia, berjuang merawat dan mempertahankan kekayaan alam mereka. Perubahan lingkungan baik alam maupun sosial politik mempengaruhi kehidupan masyarakat pedesaan baik perempuan maupun laki-laki. Banyak cerita menakjubkan bagaimana kaum perempuan memegang kunci penting dalam merespon perubahan di kampungnya, mulai dari ke…
Publikasi Statistik Indonesia 2008 memuat tabel-tabel yang sebagian besar menyajikan data tahun 2007. Mulai edisi ini, khusus untuk beberapa data disajikan sampai dengan kondisi terakhir (Semester I-2008), seperti pendapatan nasional, ekspor-impor, produksi tanaman pangan, inflasi, tingkat partisipasi angkatan kerja dan kemiskinan.
Hukum pengungsi internasional sebagai cabang baru dalam disiplin hukum internasional sudah dirasakan urgensinya, terlebih di Indonesia. Para pengungsi sering menjadikan Indonesia sebagai negara transit untuk menuju negara tujuan. Oleh karena itu, bidang pengaturan tentang penaggulangan pengungsi menjadi sangat relevan bagi Indonesia. Kebutuhan juga dirasa mendesak untuk memenuhi keperluan para …
Beberapa hal yang menjadi tema penting dalam buku ini: (1) Pertanggungjawaban sosial politik; (2) Integritas politik berkelanjutan; (3) Kesetaraan gender dan Demokrasi; (4) Jurnalisme politik dan relasi media; (5) Intelektualitas politik; (6) Banalitas intelektual; (7) Refleksi demokrasi elektoral.